FACEBOOK

Iya sejak kejadian  Apolo bikin facebook Ares juga ngotot mintak kakaknya di bikinin juga.

“Kenapa gak bikin sendiri sih Res.” Ilana jalan ke dapur niat mau ambil air dan Ares ngekor di belakangnya.

” Males nih bikinin dong Na,”  Ares duduk di counter dapur satu tangannya di naikin ke arah dagu. Ilana ikutan duduk di seberang Ares, matanya di sipit-sipitin mandang Ares curiga gitu. ” Sekarang kan udah jaman Instagram, Path , kenapa lo pengennya malah facebook?”

Ares diem keliatan mikir, cari alasan paling masuk akal, soalnya emang dari dulu sih Ares gak terlalu suka pake sosmed di hapenya aja cuma ada Washap sama Snapchat, Instagram juga dia Gak ada, dia lebih suka pake punya Elleyana.

” Ya pengen aja sih Na, kenapa sih pelit banget,” Ares manyunin mulutnya bikin Ilana gak tega kalo udah liat adek satu-satunya manyun-manyun begitu

” Duh elo emang paling repotin, iya nanti gue bikinin,” Terus ilana berdiri taruh gelas sebelum masuk lagi ke kamar dia sempet acak-acak sayang rambut Ares.

_

Washap

Sister Nana 🙇 :

Aresnota20@gmail.com
pass : xxxxxxx
Jangan lupa download aplikasinya, traktir gue sate padang imambonjol nanti luv yu
_

L.I.E (Luv Is Elastic)

IMG_20151019_102300Jongin x Cho Sehee

.

Fanfiction By : Maria Kim

.

L.I.E (Luv Is Elastic)

Elastic. Fleksibel. Seperti karet. Tergantung bagaimana hatimu mengatakannya. Jika itu ‘Merah’, maka ‘Merah’, mustahil menjadi ‘Biru’. Membohongi hati bukanlah perkara yang mudah. ————- Mendengar tentang ‘Karma’, tak sedikit orang yang mempercayainya. Terkadang ‘Karma’ juga berperan besar terhadap satu titik kepastian akhir, yang disebut ‘Fate’ atau ‘Takdir’.

..

Satu langkah ke depan, selangkah lagi, selangkah berikutnya kemudian gerakan berputar cepat dengan tangan direntangkan. Benar-benar mulus, apik, indah dipandang mata. Jongin tampak begitu indah dari kejauhan. Saat-saat seperti inilah Sehee ingin merobek wajahnya, malu dengan apa yang ia katakan dulu pada Jisoo. Tepatnya lima atau enam tahun lalu di SMA.

.. ..

“Kim Jongin? Jongin siapa???”

“Itu, Si Ballerino sekolah. Dia rank satu di kompetisi balet Seoul.”

“Ballerino? Penari balet laki-laki???” Bayangan tentang laki-laki mengenakan pakaian berbahan tipis sintetis dengan tubuh menggeliat lentur membuat Sehee bergidik. “Eww… bukankah itu mengerikan? Laki-laki kerempeng melambai~ Ugh… benar-benar bukan style-ku. Kukira cuma pribumi Eropa saja yang melakukannya. Aku baru tahu kalau di sekolah kita ada orang yang tertarik dengan tarian –Melambai- itu.”

Jisoo mengetuk kepala Sehee menggunakan gulungan kertas tugas, membuat Sehee mendelik dengan tatapan –Ya! Apa yang kau lakukan?!-

“Jaga mulutmu! Pernah dengar istilah, ‘Mulutmu harimaumu’ tidak? Karma is looking for you, girl.”

“Aish! Cerewet!”

.. ..

Sehee tersentak akibat Jongin yang tiba-tiba mengangkat dagunya. Kedua pasang mata itu bertemu. Jarak wajah mereka berdua begitu dekat dan tak ayal juga membuat saraf-saraf Sehee mudah menegang. Bahkan nafas kasar maskulin Jongin berhembus memantul di wajah gadisnya.

“Apa lantai itu lebih menarik dibandingku?” Tanyanya dengan aksen berat dan sangat pelan, hampir seperti bisikan. Jongin menangkap wajah Sehee yang merona. “Wajahmu memerah, Aegi-ya.”

Sehee merunduk malu. Tangannya mengepal memukul kecil dada bidang Jongin. “Hei, hentikan! Jangan menggodaku seperti itu!”

Jongin terkekeh. “Siapa yang menggoda? Aku mengatakan apa yang aku lihat.”

Pemuda itu mengambil tempat di sebelah Sehee, menerima botol air mineral dari Sehee lalu meneguknya. “Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Jongin sekali lagi. Kali ini Jongin bernada santai.

“Hmm… bagaimana ya…” Belum apa-apa, Sehee mulai menyengir. Bibir bawahnya ia gigit gugup. “ Uhm… sampai sekarang aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau aku berakhir menikah dengan seorang Ballerino sepertimu.”

Jongin mendengus maklum. “Lalu?”

“Dulu bayanganku tentang ballerino benar-benar buruk. Melihat gerakan badan yang gemulai itu, mereka tampak seperti—gay.”

BRUSTTT

Air yang ada di dalam rongga mulut Jongin menyembur sempurna. Beberapa tetes air yang tersisa di bibir cepat-cepat ia jilat. “What???”

“Hehe… itu kan dulu! Peace!” Sehee mengangkat kedua jari tangannya ke udara membentuk huruf V.

Jongin yang merasa tersindir melepas kaos training putihnya kesal, menampakkan cokelat blok—coret, abs kecoklatanya yang sempurna. Gulungan kaos itu ia lempar ke lantai.

“Hey, jangan marah~ Aku cuma bercanda~ Ayolah~” Ujung telunjuk Sehee menusuk-nusuk otot bisep lengan Jongin. Antara ingin ber-agyeo juga takut.

BRAKK

TUKK

Secepat kilat Jongin memojokkan Sehee. Sial, karena terlalu keras menggebrak almari kayu di sebelah Sehee, kepala Jongin kejatuhan tumblr wadah poster yang memang ada di atas almari sejak lama.

Perasaan takut Sohee berganti tawa yang meledak-ledak, melihat Jongin yang memejamkan mata sembari memegangi ubun-ubunnya yang ngilu.

“Ya! Apa itu lucu?!” Teriak Jongin setengah merajuk. “Sakit tau!”

“M-maaf… tapi kau benar-benar lucu saat pipa itu jatuh ke kepalamu. Hihi.”

“Aish! Lupakan!” Wajah Jongin kembali serius. “Jawab jujur, apa dulu kau pernah menyangka aku dan Sehun—“

“Ya! Ya! Aku tahu maksudmu. Aku mengaku. Dulu kukira kau dan Sehun itu –BEGITU-. Kau kemana-kemana dengan Sehun. Di mana ada kau, di situ ada Sehun, juga sebaliknya. Apa kau tidak punya teman selain Sehun? Jangan salahkan aku kalau dulu aku pernah berpikiran seperti itu!”

Mereka berkontak mata cukup lama. Hening. Hanya debar Sehee yang menanti ledakan Jongin yang menatapnya nyalang.

“Pfftt…”

Sehee salah. Jongin tidak marah. Ia malah terkekeh geli mendapati wajah ketakutan Sehee. Gadisnya itu hampir meneteskan air mata, saking takutnya.

“Hey! Kenapa tertawa?! Apa kau tidak marah?”

Mata Jongin melirik arah lain. “Tidak. Aku tidak marah.”

“Jadi… Apa yang kukatakan itu benar??? Kau dan Sehun—mmmft.”

Sudah bisa dibayangkan apa yang sekarang Jongin lakukan???

“Yang kau pikirkan itu tidak benar. Itu hanya kau yang terlalu mengkhawatirkanku.”

“Heol~ Dasar narsis!”

END